Darah Fenty berdesir karenanya. Fenty tidak minta apa-apa kok, Pa…” bisik Fenty lagi manja.“Fenty hanya mau bilang kalau Fenty sayang Papa,” kata Fenty sambil mencium pipi Papanya.Papanya diam sambil tersenyum sambil tanganya memegang tangan Fenty yang sedang memeluk dirinya dari belakang.“Tumben kamu manja begini,” kata Papanya sambil menoleh dan menatap Fenty lama.Fenty tersenyum lalu mencium pipi Papanya lagi berkali-kali. Bokep hijab Crott! Perasaan Fenty jadi gelisah.Sejak saat itu Fenty secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Papanya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan kontol Papanya. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Fentypun membalasnya dengan agak panas pula. Papa harus segera ke kantor lagi,” kata Papanya sambil tersenyum lalau melepas semua pakaiannya.Fenty juga sama. Diusap dan di gosoknya memek Fenty dengan mesra. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Mau tidur duluan, Pa…” kata Mamanya sambil bangkit dan menuju kamarnya.“Fenty sayang Papa,” bisik Fenty sambil merangkulkan tangannya ke leher Papanya.“Nah, biasanya suka ada maunya kalau kamu sudah begini,” kata Papanya sambil tersenyum dan




















