Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio. Bokeb Membuatku meronta-ronta tak karuan.“Urrgh…” Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.“Papa!”“Rio! Cepat kamu bebaskan Merry!”Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.Kepala temanku turun ke arah dadaku. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Kemudian dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BH-ku, sehingga buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.“Wow!




















