“ Farah berhenti sejenak. Bokeb Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan
sekelilingku terasa begitu Mira, seperti nama waMela yang sedang menyatu
denganku. Kukira Mbak Mira ini lembut kayak Farah,
ternyata galak juga!” Aku tersenyum menggodanya. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan
sekelilingku terasa begitu Mira, seperti nama waMela yang sedang menyatu
denganku. Tanganku pun mulai
mengelu-elus tangannya. Sebelum keluar dari mall Mbak Mira sempat memberiku
sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Farah. Setelah itu
pantatnya membuat gerakan ke kanan-kiri dan terasa menekan-nekan rudal dan
pantatku. “Ini ada apa sih Mbak?” aku makin bingung. “Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Kuperhatikan daya
tarik seksual Mbak Mira ada pada toketnya. Kuturunkan lagi
mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan
tertata rapi. Kamu tunggu dulu ya, aku beresin
ini dulu,” Farah agak memaksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat. Dia pulang setiap 2
minggu atau sebulan sekali. “Ya luculah. “Tapi Rah, sore ini aku mau ke




















