“Iya deh…ga lagi…,”“Hihihih…,”dibalas renyah. Lalu wanita itu membaca isi BBM yang ternyata memang lucu. Bokep live Hmm, pikir Randy, cara menyapanya telah membuatku yakin. “Hai, honey,”balas Randy dengan berani,” lg apa nih? Hahaha, mau ga mau Randy juga tertawa… Lucu sekali… Lalu…
“Eh, maaf kirim dong ke aku bu. Aku juga kangen…,”balas Ibu Selfi. “Oh iyaaaa? Ibu Selfi memandangnya dengan dengan senyum yang kalem menjurus keibuan. Dan pemuda itu langsung mengecupi suara tawanya itu. Bisa telat terus ke kampus kalau pakai mobil,”begitu alasan Randy ketika ia mengirimkan uang sisa penjualan Panther pada Ibunya.BBM-an antara dua insan beda usia itu berlangsung baik dan interaktif… Berhari-demi-hari… Berhari-demi-hari … Terus begitu… Mereka bercerita hal-hal lucu… Kiat-kiat hidup… Sinetron yang amburadul… Politik… Lagu-lagu… Filem… Dan banyak lagi… Mereka pernah dua kali lagi bertemu di Citos, akan tetapi pertemuan itu hanya seperti pertemuan pertama…
Ibu Selfi merasa senang karena BBM atau SMS Randy




















