Lampu hijau nih. Segera kutelepon dia.“Hai.. Brazzers Perlahan tanganku merayap naik sambil memijat ringan pinggang, punggung dan bahu Felicia. Kulihat Felicia dengan percaya diri membalas tatapanku. Apalagi suaranya. Aku di belakang. Kulihat Felicia bisa mengerti. “Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. Benar! Mungkin sekalian kencan dengan pacarnya.”
Felicia masuk kamarnya untuk mengganti baju. Mirip dengan Ria. Waktu bercumbu, ada rasa ‘air’ yang membuat ciuman berbeda rasanya dari biasanya. Oh ya, baru kali ini aku melihat penyanyi jazz wanita yang bisa bermain keyboard. Tingginya kurang lebih 160 cm/55 kg. Sungguh nikmat bercumbu di suhu dingin dan basah kuyup. SMS di HP-ku berbunyi. Kemudian bra dan celana pendeknya. SMS di HP-ku berbunyi. Felicia cukup aktif. “The Boy From Ipanema.. Aku merasa belum hebat bercinta. Aku yang tidak yakin. Felicia meresponsku. Memperhatikan kebutuhannya. Makin bergairah. Lagu Jazz yang sangat sederhana.




















