Aku tertipu. Bokep indo Apalagiyang dapat tertinggal? ujar suara wanita muda yang kemarinmenuntunku menuju ruang pijat.Ya.Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Duduk di tepi dipan. meloncat begitu saja katakata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkotdengan seorang wanita, separuh baya lagi. Ke mana ia? Jagain sebentarya..!Ya itulah kabar gembira, karena Wien lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Wien kembali ke tempatku. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh,42 hore aku turun. Ke bawahlagi: Tidak. Ia kerja di sana? Ini kesempatankedua. Aku duduk di tepi dipan. Aku masihmematung. Kaki disandarkan didinding. Ia menekannekan agak kuat. Tapi belumbegitu lama ia pindah ke betis.Balik badannya..! Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing.Dari atas: Turun. Tapi tidak apaapatoh tipuan ini membimbingku ke alam lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Jam berapa harussampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yangpenuh gelora itu. Makin lama makin jelas.




















