Wok melepaskan cekikan tangan nya pada leher Merry dan tangannya kembali menelusur ke bawah melewati leher bahu dan mengusap ketiaknya. Bokepindo Seketika Merry menggerinjal kegelian, karena aku tau di bagian itulah salah satu titik tubuhnya yang paling sensitive. Jon pun yang bertugas mengintai keluar akhirnya malah memandang dengan takjub pada pemandangan itu, pemandangan dada istriku yang tampak hidup naik turun seiring nafasnya dan mencoba bertahan untuk tidak menangis.“Weeiiittss….mantab juga neh nyonya”, wok yang sambil menghunus pisau keliatan sekali sangat menikmati pemandangan istriku itu.“Ndan….ndan…”,panggil wok sambil menatap komandan lalu matanya mengerling ke istriku yang masih menangis itu.Komandan lalu menghampirinya, berjongkok dekat istriku yang ketakutan. “Maassss…..Maasss….Mmaahhppp…MMhmp…hmmppp..” terdengar kayak suara Merry.“Maa…kenapa kamu?” teriakku sambil secepat mungkin bergegas kembali ke kamar tidur ku yang gelap.“Dukkk…Deepp….Buukk..Buukk..” terasa sebuah hantaman keras dan telak menghajar pelipisku,perut dan dengan telaknya menghantam terakhir daguku yang membuat aku langsung terhuyung ke samping.Terakhir yang kuingat adalah




















