Seperti siang itu, sebotol Hand Body Lotion milik kak Dewi kugenggam erat.Aku terlentang diatas spring bad kak Dewi. Bokeb Aku terkapar diatas tubuh kak Dewi. Ah… kakak ku sayang, engkau cantik sekali.Lalu aku mutup kedua mataku rapat-rapat.“Kak mau tanya, boleh ?”, kataku sambil tetap memejamkan mata.“Tanya apa sih !”, ia menjawab tanpa menoleh.“ng…mmmm kenapa Tedy akhir-akhir jadi aneh yah ?”,“Maksudnya apa ?”,“Tapi kak Dewi jangan marah yah !”,“Akhir-akhir ini, tedy sering error. Aku yakin disana kak Dewi dan kak Sinta pun tengah merintih dan mendesah, juga dalam kegelapan…….Dor ! lampu diluar juga padam. Aku ingin merasakan kehangatan tubuh mulusnya, mengecap setiap inci kulit halusnya. Namun tiba-tiba terlintas dibenakku, “kok sesore ini kak Dewi sudah tidur ?”, lalu setengah iseng perlahan aku mencoba mengintip kak Dewi didalam kamar melalui lubang kunci.




















