Mungkin cupnya cuma setengah. Oooh, senyumnya manis sekali. Bokep arab Soalnya beli tiketnya baru aja tadi.”Aku melihat ibu yang menyapa tadi. lebih baik begitu daripada menyiksa “adikku” yang sudah tegang luar biasa.Aku tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. Mungkin cupnya cuma setengah. Tapi itu dulu.Hampa kadang terasa. Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Dia menyerah.Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Seperti menghayati sesuatu. Tampaknya keluarga berada. Kami berdua menjadi duduk berdempetan. Bakalan lama nih. Kemudian memandang ke arah dia. Tepat setelah aku lulus dari kuliah, aku mendapatkan kerja yang cukup nyaman di sebuah perusahaan telekomunikasi cukup besar daerah Jakarta Selatan. Tubuhnya menegang.Aku kembali mengelusnya. Aku tidak sabar. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku.




















