Aku bertekad untuk menjadi pacarnya. Tapi ini semua hanya impianku. Bokepindo Pokoknya di situ kami ngobrol lagi. he.Waktu itu aku masih memakai pakaian lengkap, aku memakai Polo Shirt. Waktu itu aku ijin pulang jam 4 sore ke Factory Managerku, alasannya keperluan keluarga. Kuciumi di atas CD-nya, terus akhirnya semakin ke bawah. Kucium pipi kirinya, dan dia juga menciumku. Jadi ya biar adil akupun telanjang dada. Dia bilang, sebenarnya dia sayang sekali padaku, tidak mau kehilangan aku, tidak mau meninggalkan aku, aku yang pertama buat dia… tapi dia tidak sanggup menghadapi semua ini. Tapi akhirnya aku minta persetujuannya dulu. “Yudi ya?” katanya sambil salaman denganku. Aku juga diberi tahu juga alamat kantornya. Sambil kukocok terus, kuciumi bibirnya, of course dia juga membalas menciumku dengan sangat ganas. Biasanya sih hari minggu, habisnya kalau hari biasa aku dan dia juga tidak selalu bisa. Busyet deh! Begitu dilepas, langsung




















