“Yang tadi itu,” kata Chie.“Chie, bagiku keperawanan itu sama saja bagi semua orang. Menjentikkan jemarinya memanggil saat aku tergopoh-gopoh memungut rokok mahalku sambil menggerutu. Bokep hijab Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Chie tak pernah masuk ke alam daftar gadis-gadisku. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. Itulah sahabatku, gadis cerewet yang berbicara seperti kereta api, yang kukenal sejak penataran mahasiswa baru. “Maaf, Ray.”
“Hanya maaf?” Gertakku sambil mengguncang kerah bajunya. Sempit, hangat. Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie.




















