Ingin rasanya aku segera resign dari kantor itu, namun karena adanya kontrak dan rasa tanggung jawabku terhadap pekerjaanku, tepaksa aku menahannya walau tak mungkin lama lagi.Orang tuaku yang tidak mengetahui soal pemerkosaan ini pun selalu mendoakanku setiap pagi agar aku sukses dalam karirku padahal justru karena karir ku inilah masa depanku menjadi rusak. Tapi Viko tak mendengarkan ucapanku. Bokep crot Darah perawanku menetes deras diiringi dengan tetesan air mataku.“Aaahhh…enak sekali memekmu Nis…” ucap Viko yang saat itu tengah menyodokan batang penisnya ke dalam lubang vaginaku dari belakang.“Viko kumohon hentikan” rengekku.Kini posisiku dalam keadaan menungging seperti anjing. Aku jadi panik sekali hingga tibalah seorang rekan kerjaku yang tubuhnya lebih kecil dariku namanya Sari.“Kenapa kamu Nis, kog lihatannya panik gitu?” tanya Sari.“Ini mbak aku lupa bawa rok kerjaku…gimana nih mbak kalau sampai ketahuan bos” kataku cemas.“Gimana ya…” kata Sari sambil berpikir.“Oya aku ada rok satu lagi tapi kemarin




















