Kuhentikan secara mendadak ciumanku di lehernya, sempat kulirikhujan telah turun dengan derasnya bagai kesetanan.Enno sempat kaget saat kuhentikan ciumanku. Bokeb Motor tetap kupacu sekitar 40Km/jam, kendaraan banyak berseliweran tapi kami sudah tak peduli. (kalau ada yang kenal, tolong salamin ya?)Dengan Astrea 800 warna merah kesayangan, kujemput dia sekitar pukul sembilanpagi. Kini matanya terbuka, dipandanginya aku dengan sorot yang tak bisa kulukiskandengan kata-kata, lalu dengan cepat mulutnya menyambar mulutku. Enno masihmelayang dengan kedua tangan di dalam celanaku dan tertutup oleh ujungsweaterku, sehingga orang sekilas akan mengira tangannya hanya memelukpinggangku saja.Sementara aku masih berjuang untuk tetap konsentrasi mengemudikan motor kearah Kedung Kayang, suatu tempat sakral para sejoli mencari tempat pacaran.Kedung Kayang terletak di tepian gunung Merapi, berupa sebuah jurang yangdalam dengan panorama yang luar biasa indahnya. (sebagai info: saat itu adalah pertama kali melakukan petting,sebelumnya hanya French kiss aja..)Gerimis mulai lenyap berganti hujan, kami telah cukup selamat




















