Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Bokep stw “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Tapi Abi kan manusia biasa. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. berember-ember. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku




















