“Gak apa-apa, Nul, coba aja,” ajak Tini sambil menagmbilkanku separuh gelas dan menyodorkan kepadaku. Syahwatku terangsang berat. Bokep korea Siapa yang membuatku jadi begini? Dan jadilah esok harinya, ketika pulang kerja lebih awal karena hari Sabtu, kulihat masing-masing wanitanya membawa belanjaan cukup banyak. Tapi himpitannya tambah kuat. Selama membersihkan sering aku melihat betapa berantakannya kamar cowok. “Gak apa-apa, Nul, coba aja,” ajak Tini sambil menagmbilkanku separuh gelas dan menyodorkan kepadaku. Bayangkan kalau paling sedikit 5 anak kost menggilirku setiap hari (entah pagi, siang atau malam hari) dan memberiku 30 ribu rupiah, hitung saja penghasilanku sebulan. Tubuhku langsung ditelentangkan ke ranjangnya dan ditelungkupinya. Jangan sampai ketahuan yang punya kost. Tempat kostku ada 10 kamar berhadap-hadapan, dihuni 6 pria dan 4 wanita yang sudah kerja semua. Dia sendiri ternyata sudah bugil lebih dulu dan sebentar saja zakarnya sudah amblas ke memekku. Kubiarkan tangannya meremasi susuku. Gila! “Lihat tuh, ceweknya dikerjain sambil nungging!” celetuk Bonar. Tugasku membersihkan rumah dan kamar-kamar kost. Gila kan!?




















