“ kata Pak KusrinAku tidak menjawabnya. Aku sudah tidak peduli lagi. Bokep colmek Kamu harus siap kapan pun saya ingin menyelipkan kotol ini di memek kamu,” sambungnya sambil berjalan meninggalkan aku yang terbujur lemas di atas tempat tidur. Tanpa disentuh pun, memekku sudah basah …. Aku sempat bingung ketika Pak Jono bilang terima kasih kepadaku. Keringat semakin deras mengucur dari tubuh kami. Badanku mengejang dan menekuk ke belakang sehingga aku harus bertumpu pada kedua kaki Pak Kusrin yang juga menjadi kaku. Tapi dia tidak banyak tanya. Awalnya perlahan-lahan dan kemudian semakin cepat. Aku sudah pasang spiral . Aaaaahhhhhhh …. “Aaaaauuu …. Namun aku sadar bahwa dengan merelakan tubuhku, aku akan dapat menyelamatkan kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi.




















