“Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Bokep colmek Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku langsung ingin mengutuk diri. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Dia menjual, bukan mengemis. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok.




















