“tergantung kamu ngapain”,sahutku nyengir. Bokep colmek Nampak tangan istriku perlahan menurunkan celana tidurnya.Tanganku cepat kebawah menyambut gairah istriku, belahan vaginanya yg basah kini jadi sasaran jari2 ku. “obat perangsang,udah..lakuin aja,ok”,jwbku singkat.Nakim masih ragu tapi senyum tipis terlihat saat mendengar jawabanku. Kini lebih mirip orang megap2. Setelah kejadian tadi malam apalg tadi siang, Nakim nampak pandai dalam bersikap.Setelah menutup pintu pagar, Nakim langsung sigap menyapu teras rumah.Kususul istriku yg sudah masuk ke kamarnya.Senyumanku dibalas cibiran oleh istriku. “emang pilem apa,mas ?”,tanya Nakim dgn nada bersemangat. Tapi harus kuabaikan lelahku, setelah meraih celanaku yg tercecer dilantai, bergegas aku menuju kamar mandi.Kudapati Nakim ada disana baru selesai bersih2.“kim,kamu langsung tidur aja,biar mas ya urus..mumpung mbak’nya belum sadar bener”,ucapku sambil berbisik.Nakim mengangguk cepat. Rasa nikmat menjalari tubuhnya kian dalam, tangannya pun meraih kepala Nakim yg sedang terbenam didadanya.




















