“Begini Karen, mungkin Karen tidak tahu sama sekali tentang kejadian ini. Bokepindo Karen tidak berhenti-hentinya mendesah dan berkata kalo dia akan segera datang. Sore hari-nya, aku menelpon Karen. Aku dan Karen mulai mengatur napas kami kembali. Kali ini tubuh tersendak hebat seperti terkena setrum tegangan tinggi. Secara refleks Karen memejamkan mata-nya seakan-akan mengundang-ku untuk mencium bibir-nya. Jadi serba salah aku dibuat-nya. Aku kemudian mulai memberanikan diri untuk memainkan bibir-ku menciumi bibir tipis-nya. Oh ya, thank you dan sorry yah dah ngrepotin Karen semalem.”, kata-ku lagi.“Husss…ngga perlu bilang sorry. Tapi Karen pernah berkata sebelum-nya sewaktu di Jakarta dan sesampai di Australia, kalo dia akan tinggal bersama kami sementara sampai dia nanti menemukan tempat tinggal sendiri. Perlahan-lahan aku mengatur napas-ku, agar detakan jantung aku kembali normal. Selang beberapa lama, Karen keluar dari kamar mandi, dan segera bertanya apakah aku sakit.




















