Anisa meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Bokeb Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Penny’ku. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata
” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Pengalaman banget dia ? Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki




















