Seperti biasanya-hari itu adalah senin malam- sekitar jam 19.00 wib saya masih nongkrong di pos ojek menunggu penumpang. Bokep hijab kukulum bibirnya, dia membalas dengan napas memburu. aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. kuangkat tubuhnya hingga dadanya ada didepan hidungku, kumasukkan putingnya kemulutku, kukulum, dan mmnnhh ternyata keluar air susunya.“wah, kamu ada susunya yaa?”kataku sambil terus meneguk susu tawar itu, maklum aku kehausan karena sudah ‘bermain’ dengan kakaknya. aku masuk rumah mengikuti dewi dan duduk di bangku kayu. kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Ina ataupun Dewi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini. Malam itu sepi karena banyak teman yang tidak berangkat mungkin disebabkab sejak jam 5 sore tadi hujan mengguyur kota ini. bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Ina pamitan menidurkan anaknya. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.




















