Kutatap dia, seolah-olah tak percaya dia ngajak check in. Bokepindo Mana payungnya, kok nggak dibawa?” jawabnya. Masukkan Mass.. Aku hari itu memang sudah sedia payung lipat karena waktu berangkat dari rumah kulihat langit sudah gelap. “Anto.. Hggk.. “Mas ini orang mana sih, kok bulunya banyak sekali?” tanyanya. Yuni menjilati telingaku. Karena sudah agak malam dan angkutan umum sudah jarang, maka kuberikan ongkos taksi untuk Yuni. Tangannya menjelajah ke selangkanganku dan kemudian mengocok meriamku. Aku mulai menggenjot lagi. “Yuni, aku mau keluar.. Napas kami mulai memburu. “Buru-buru Yun? Sekarang” ia memekik. “Udahan, sekarang mana lagi yang mau dipijit?” tanyanya menantang. Setelah beberapa saat kemudian keadaan menjadi sunyi dan tenang. “Mas Anto.. “. Agghh” kakinya menjepit kakiku dan menarik kakiku sehingga kejantananku tertarik mau keluar. “.. Bawa aku dalam lautan kenikmatan.. Mass Anto.. “Di hotel saja” sahutnya berbisik. Kubuka payungku dan kulihat seorang gadis, masih muda, berlari menembus hujan.




















