Pinggulnya benar-benar seperti “bodi gitar”. Bokep colmek Aku pikir, kapan lagi? Aku benci ayahku! Tak jarang pula aku harus menerima hajaran dari ayahku kalau aku berusaha melindungi ibuku. Banyak pertanyaan silih berganti di kepalaku, tapi tidak kuperdulikan. Susah sekali! Kucium balik telinganya sambil tanganku dengan nakalnya meraba dadanya. Aku tersenyum padanya. Aku hanya dibiayai untuk semester pertama, selanjutnya, aku harus membiayai hidupku sendiri. Yo membuka pahanya. Dia berambut panjang, berkulit kuning langsat dan bermata coklat. Aku sangat marah saat itu. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri. Aku ingat akan kata-kata ibuku yang memintaku untuk belajar sungguh-sungguh, demi diriku sendiri dan demi ibuku. Untuk hidup, aku bekerja apa saja dan di mana saja. Tentu saja dia menolak, tapi kupaksa karena aku sudah mata gelap. Tidak berhasil! Ayahku sering sekali memarahi ibuku di depan anak-anaknya. Akhirnya, dia berhasil meyakinkanku untuk “get over it” dan “get real” dengan situasiku.




















