Sengaja aku hanya menyorot tubuhnya saja dan membuat sedemikian rupa agar wajahku tak ikut terekam, Ohh, pintarnya aku. Aisya mendesah makin keras ketika ujung kontolku menempel di bibir memeknya, lehernya kuciumi dengan lembut dan kuperlakukan ia seperti istriku sendiri. Bokepindo Aisya tampak telah begitu terangsang, aku pun langsung memposisikan kontolku di depan memeknya. “Aisya … mau gak ukhti lihat kontol Bapak?”
Dia tampak terkejut dengan kata-kataku. Cara duduk Aisya juga begitu anggun. Dengan gerakan reflek, Aisya langsung menggenggam kontolku dengan tangannya, hingga membuatku serasa melayang. Namun akhirnya dia pun menyerah dan menganggukan kepala, “Mau Pak.”
“Tapi kontol bapak kan hitam, lagipula udah bekas dipakai Bu Maryam (istriku)”
“Gak apa-apa Pak, Aisya udah gak tahan …” Ia pun akhirnya jujur tentang perasaannya, aku pun tak ingin membuatnya menderita lebih jauh dan langsung mengeluarkan kontolku dari balik celana panjangku. Untungnya tepat setelah itu baru adzan maghrib berkumandang, tanda ajian pemikatku sudah tak ada pengaruhnya lagi pada diri Aisya.




















