“ Terima kasih ya mas, kita memang sudah seperti saudara,” katanya dengan mata agak berkaca-kaca. “Ih papa ada-ada aja, malu kali dia cerita-cerita gituan,” kata istriku.Meski umur kami dengan pasangan Pak Bardi tidak terlalu terpaut jauh, tetapi Penampilannya yang lebih tua dari umurnya mendorong aku mersa pantas memanggil mereka Pak dan Bu. Bokepindo Pak Bardi ragu-ragu tapi dia ikut-ikutan juga membuka baju luarnya, hingga tinggal celana dalam koloran dan singlet. Istriku memang keterlaluan, dia bercerita lalu Bu Lina mendengarnya sampai terangsang berat, akhirnya dia menangis. Kata istriku Bu Lina kadang-kadang sampai menangis karena keinginan sexnya tidak bisa tersalur. Pak Bardi perawakannya agak kurus dan tidak tinggi. Lampu memang sudah aku redupkan . Sampai kami berdiri tidak bergerak. Bahkan kami sering dirumah hanya bertelanjang saja.




















