Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannnya. Bokep mom I took her to the bed. Kubuat sikapku persis seorang remaja putus asa akibat problem rumah tangga menahun. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Aku duduk. “Hanya sedikit over drive.”
“Elo sendirian?”
Kujawab dengan anggukan lemah. “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Hard Rock Cafe cukup ramai. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Sampai pagi. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00. Lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah. Dan teringat Felly. Tapi entah mengapa hatiku (Sebagian temanku bilang aku tidak punya.. Itu saja. Ternyata tidak. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang?




















