Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Link bokep Nafsuku sudah meledak-ledak. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Paul Anka? Kudekatkan kepalaku. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. Ia mencium bibirku. Aku bisa mengerti hal itu.”
“Kamu marah?”
“Kalau marah, aku takkkan memintamu tidur di dadaku.”
Aku tersenyum saat mendengarnya berkata demikian. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Jangan bergerak. “Hey !” seruku. Kutolehkan kepalaku dan meraih bibirnya. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Kamu suka mendengar semua ini?”
“Setiap pulang kerja.” Ia lalu memasukkan satu CD ke dalam deck, lalu memencet beberapa tombol dengan raut percaya diri.




















