Saya sudah sarapan kok,” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat
menawarkan menu pada dua wanita muda dihadapanku.“Hm maaf Mas, apa tidak mau coba susu kami?” sebuah suara wanita mengejutkan aku.Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dari cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah
mengotori lengan bajuku.“Duh maaf, kaget ya Mas. Bokepindo Membayangkan kenangan manis bersama Lusi, aku akhirnya lelap tertidur ditemani tembang
manis Katon.Sampai akhirnya gedoran pintu kontrakan membangunkanku. Belum lagi kopi susu yang kupesan tiba dihadapanku, kulihat dua wanita muda masuk ke warung.“Uhh, gila hujannya ya Fin.., untung sudah sampai sini,” kata yang berbadan agak gemuk pada temanya
yang lebih langsing.Dari penampilan mereka aku bisa menebak kalau mereka adalah sales promotion girl (SPG), dibelakang
baju kaos yang mereka pakai ada sablonan bertulis Susu Siip (sengaja disamarkan), produk susu baru
buatan lokal. Wah tubuh mereka nampak masih terawat, mungkin karena lama
menjanda.Sebelum melanjutkan permainan tadi, kuputar lagi lagu Katon Bagaskara dengan




















