“Ayo lepas semua!”, perintahnya memintaku membuka pakaianku. Bokep hijab “Tenang… Santai dulu… Duduk gih…”, katanya sambil menunjuk ke arah kasur. Sedikit penasaran aku akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari kamar kost ku dan coba turun ke bawah. Pikirku daripada Candra nekad mengupload video itu, lebih baik aku menurutinya saja. “Hehehe, lu mau bayar berapa duit? Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Candra kembali mengerjaiku. Apa yang seharusnya aku lakukan? Mengecil, lalu Chandra menariknya lepas dari mulutku, cairan putih meler dari samping bibirku. “Gue pengen lu layani gue, atau gue sebarin video ini…”, ancam Chandra.Sial pikirku, apa yang harus aku lakukan? Candra pun terlihat menikmatinya, dengan senyum cabulnya ia mulai menggerakkan bokongnya hingga penisnya terasa memompa di dalan liang vaginaku.Air mataku tidak berhenti menetes, sakit terasa hatiku bagai disiram air comberan, aku resah, aku malu, aku merasa jijik. Sambil menepuk pundak Candra, Dwi pun berkata, “Lain kali bro, gue capek hari ini,




















