Banyak sekali stempel warna merah yang kubuat, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih bersih. Paling maksimal petting, seperti mantan-mantanku yang dulu. Bokep mom Posisiku sebagai Manager Produksi, jadi ya mengurusi produksi melulu. aku nggak bohong. Akhirnya kutawarkan ke Vera main ke rumah inventarisku. Bos memberiku mobil Lancer Evo IV,
rumah beserta isinya, HP dan sebagainya. “Iya…” kataku lagi. sayang sekali kalau belum-belum aku sudah nakal, bisa-bisa dia mabur duluan. Aku tidak suka pacaran dengan orang pribumi. Waktu itu aku protes dengan Vera, cuma akhirnya aku juga mesti mengerti sama dia dan keluarganya juga.Tapi aku salut dengan keberanian Vera untuk tetap berhubungan denganku. Vera hanya tersenyum sambil mencium bibirku. Padahal ini bukan wewenangku secara langsung, tapi kupikir ini inisiatifku sendiri. Kupikir kalau dia keberatan paling-paling menamparku. Sedangkan Vera sudah telanjang dada. Mesti membohongi orangtuanya, kalau pergi denganku juga tidak tentram, takut ketahuan saudaranya kalau sedang jalan-jalan denganku.




















