emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku
“Sudah jam berapa ini? Bokep stw Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yg dilanjutkannya dengan pertanyaan. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Setiap baris rencana yg kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yg akan kulakukan. Hampir jam 3 sore tahu!”, tanyanya yg kemudian dijawabnya sendiri dengan menunjuk jam tangannya. Caramu berbicara dengan wanita asal saja tanpa pernah kamu pikirkan akibatnya. “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit. Kupandangi meja disebelahku yg penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yg tak ada isinya. “Kenapa sih Zainalkamu kok banyak diam? Usahaku yg kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Hampir jam 3 sore tahu!”, tanyanya yg kemudian dijawabnya sendiri dengan menunjuk jam tangannya. Usahaku yg kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil.




















