Tiba-tiba Pak Nono menjamah keningku. Bokepindo Pak Nono pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil berkata, Bapak tidak akan mengambil keperawanan kamu. Tapi tangan Pak Nono begitu kuat mencengkram kedua pahaku. Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil sedan berhenti tepat di depanku.Kemudian beliau menawarkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya karena takut tidak bisa pulang. Cairan aneh yang kurasakan ada di mulutku, membuat aku mual dan ingin memuntahkannya, tapi Pak Nono malah mencium bibirku dan menjilati cairan sperma yang tersisadi wajah dan bibirku.Pak Nono kemudian merenggangkan kedua pahaku, beliau mengarahkan penisnya ke vaginaku dan menggesek-gesekkanya, aku merasakan nikmat-nikmat geli. Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Nono membuatku semakin gila, dan Pak Nono berteriak keras.Ahh.Crot crott.. ucap beliau sambil menatapku tajam. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH dan CD-ku.Ketika aku keluar, Pak Nono sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilakan aku duduk di sebelahnya.




















