“Jangaann, sayaa tidaakkk pernaahhh beginniii…” jawabnya. Bokep colmek Namun belum sempat aku merabanya, Dini memberontak, aku didorongnya hingga jatuh, Dini pun lepas dari cengkramanku, ia coba berlari keluar kamar hanya menggunakan celana dalam. Atau mati?” ancamku. Aku menembaknya untuk menjadi pacarku, walau sedikit pesimis, aku sudah siap menerima segala jawaban dari Rianti. Aku dan Mamat pun segera balik ke kamar ke dua. Tapi sangat sulit sekali, aku masih memikirkan kenangan kami, sia-sia sudah perjuanganku selama dua tahun. Kami pun berdiskusi untuk membalaskan dendam kami, kami memang orang sudah tapi tidak seharusnya diperlakukan seperti orang rendahan begitu. Setelah selesai membagi hasil, kami hanya bersantai minum kopi menunggu jam tujuh jadwal buka kios tambal ban kami. “Aku masih pesimis bro… Aku kan belum mapan, apa dia mau dengan aku?…” jawabku. Rianti hanya tersenyum dan berkata “Lihat nanti bang, takut ada acara mendadak aja…” Dia pun berjalan meninggali kios




















