Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Pijitan turun ke perut. Bokep hot Mbak Wien sudah turun. Bau tubuh wanita setengah bayayang yang meleleh oleh keringat. Ke bawah lagi: Turun. Membuatku tidakberani. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Tapi mengelapdengan handuk hangat sisasisa cream pijit yang masihmenempel di tubuhku. Ah apa saja. Ataukesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupiwajah? Membuka celanaku danbajuku lalu gantung di kapstok. Hap. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramahkepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkalpaha. Ketika Si Junior melemah ia seperti tahubagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagianpangkal paha. Atau maugunting? Ia masih dingin tanpaekspresi. Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satuangkot dengannya. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. Yes.., akhirnya. Hangatnya,biar begitu, tetap terasa. Ah masa bodo. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belumsiap.




















