Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Aku benar-benar tersiksa. Nonton bokep Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.“Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan”, katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut.Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.“Eh, nama kamu siapa..?”, tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu. Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.“Lagi ada yang ditunggu?”, tegurnya tiba-tiba.Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.Dan secara bergantian mereka mengurus makanku.




















