Entah Susan sudah ke mana perginya.“Jangan, Pak! Bokep crot Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Adolf sembari memberiku sebuah album foto. Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.“Nah, sekarang, Han. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose. Siapa tahu aku diterima jadi foto model. “Ayolah, jangan malu-malu!”
Sebenarnya dalam hati aku menolak. Pose ketiga, aku dalam keadaan berdiri, sedangkan Susan dengan lidahnya yang mahir mempermainkan puting susuku. Sementara kulihat ruangan itu telah kosong. Kucari tempat duduk yang kosong setelah sebelumnya mendaftarkan diriku di meja pendaftaran.Gila, hampir semua tempat duduk terisi. Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Kukenakan blus biru muda dan celana panjang jeans belel yang cukup ketat yang baru saja beberapa hari yang silam kubeli di Cihampelas, Bandung.Mobil Feroza yang kukendarai memasuki jalan yang disebut dalam iklan. Akhirnya selesailah pelecehan seksual yang terpaksa kuterima ini. Tangan Adolf lebih kuat mendekapku kencang-kencang sampai aku hampir tidak bisa bernafas. Pertama kali dia mengukur ukuran vital dadaku.

















