Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.Setiap hal penting yang muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Aku masih cuek dengan keadaan sekelilingku tapi Iswani agak gelisah dan mengeluhkan ajakanku ke kafetaria. Bokep jepang “Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok. Konsentrasi tinggi serta posisi duduk dan letak meja didalam penginapan yang sebenarnya tidak ideal untuk dipakai kerja membuat leherku terasa pegal. Ini notanya kamar sudah aku bayar sampai malam ini, jadi besok kalau kamu keluar dari sini jangan kamu bayar lagi tapi kalau melanjutkan silakan bayar sendiri ya. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Beberapa data yang masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Tangan kiriku yang bebas meremas kedua payudaranya bergantian. Berusaha menyembunyikan pikiranku kujawab seadanya, “Ah nggak melamun kok, cuma membayangkan rasanya dicubit hantu seperti yang Mbak tadi bilang”. “Melamun apa Tok”, tanya Iswani. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian.




















