“Oh gitu, ya udah aku berangkat dulu kalo gitu”. Brazzers Cinta tersipu. “Dan Om juga minta kamu jangan bilang ke Tante Vera”.Cinta hanya mengangguk. Sampai akhirnya ketika ‘senjata’ itu berhasil dibangunkan, beberapa goyangan pinggul Cinta dengan cepat membuatnya ‘mati’ kembali.“Gak apa-apa kok Om, mungkin Om lagi capek”. Makasi…”, kali ini Cinta semakin bersemangat. “Maaf Cinta telat”. Kompensasi? Mungkin ‘klien’ baru, pikir Cinta. Om Rudi ini pastilah berdompet tebal sampai mampu mengajaknya ke hotel dengan tarif setinggi ini. “Katanya mau buru-buru meeting?”. Begitu pula dengan laki-laki yang menjadi kekasihnya. Matanya melirik lagi ke arah laki-laki paruh baya yang duduk beberapa meter didepannya. Rahasia penting yang bisa mempengaruhi kehidupan masing-masing.“Oke itu semua cerita Om…”, ucap Om Ridwan sebagai penutup ceritanya. Laki-laki itu terlihat semakin tegang ketika Cinta berjalan menuju ke arahnya dan melempar senyuman. “Sekarang ini Om adalah pelanggan kamu dan kamu sepenuhnya berhak menentukan apakah menerima atau menolak tawaran Om”. “Loh kok pipi sih? Paling tidak disaat yang sama ia mendapat pahala karena menghilangkan rasa




















