Mukaku terasa panas. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Link bokep Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kenapa katamu?! Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Itu namaku. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Tomo mulai bertambah. “..Tomo? Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,“Hey, tukang ngintip cilik.




















