Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Bokep indo terbaru Tuti dan Erni pun agak malu melihat cerita-cerita itu. Setelah selesai membaca, Tuti merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. ahh..” Tuti mendesah. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door. Saya pun mendekati mereka dan duduk di sofa. “Dik, Adik bertiga di sini dulu aja, kan di luar masih hujan, sekalian nemenin Mbak ya..” kata cewek yang punya nama Riyas ini. Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan pihak warnet (sofa yang digunakan untuk netter apabila warnet sudah penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka tampak gelisah terlihat samar-samar akibat emergency light yang terlampau kecil, mungkin karena sudah malam dan takut tidak bisa pulang.Melihat kejadian itu saya tidak tega juga, apalagi hawa menjadi dingin akibat angin yang masuk dari lubang angin di atas pintu.




















