No info
warno mengenali BH tersebut karena sering digunakan oleh Nani.”Ini mas 200 ribu, aku buletin uangnya, sekalian aku membantu mas yang lagi ketimpa musibah, mudah-mudahnya bude Sakem cepat sembuh” suara Nani mengejutkan warno yang sedang browsing sekitaran petakan Nani.”Aduh terima kasih mbak” mata warno bersinar-sinar karena Nani berkenan menolongnya.”Uang ini saya titipkan pada Yanto, tukang ketoprak tetangga kampungku yang kebetulan nanti sore akan pulang kampung”. Bokeb Akhirnya keduanya tertidur dengan tubuh masih telanjang tanpa sehelai benangpun.Narni…Narni….Narni…sayup-sayup Nani mendengan seorang memanggil namanya, antara sadar dan tidak sadar sperti bermimpi. Kembali ia mengecup bibir Nani yang memang sudah menunggu aksi warno berikutnya. Warno bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Dan apa itu, sebuah BH dan celana dalam yang rendanya mulai terurai benangnya milik Nani tergantung di jemuran di dalam petakan, mungkin malu kalau di jemur di luar. akhirnya meletuslah lahar birahi kenikmatan Nani. warno kembali menuju petakan Nani, untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah ia berikan.Tidak berapa lama warno telah tiba dimuka petakan





















