Sebut saja namaku Lila, umurku 16 tahun, kelas 2 SMA. Brazzers “Lil, lo mau dirangkul juga sama gue?” bisik Agam di telingaku. Stella diam aja, aku juga tambah risih. Aku makin gugup. Entah siapa yang mulai, banyak yang menyindir Stella. Tok-etku yang bergoyang-goyang langsung ditangkap oleh mulut dan tangan Rio. Aku menjerit-jerit memohon supaya mereka berhenti, tapi sia-sia. Teriakan protes dan penolakanku tenggelam di tengah-tengah sorakan yang lain. Kita jalan-jalan, yuk,” ajak Stella santai.“Boljug…” gumamku sambil bangun dan menemaninya jalan-jalan. “Boleh doooong!!” terdengar koor kompak anak cowok dari dalam. Vaginaku terasa basah, dan gatal. Walau sebenarnya wajahku cukup manis (bukannya sombong, itu kata teman-temanku…) aku sudah lumayan lama menjomblo, 1 tahun. Ia memainkan puting susuku dan mencubit-cubitnya dengan gemas, aku semakin berkelojotan keenakan, dan meracau tidak jelas, “Akkkhh… teruuuss… entot gue, entooott gue teruuss!




















