Ada apa ?”
“Ah…gak ada apa-apa,” sahut Prima sambil menunduk. Kalau merujuk kepada kata-kata terakhir (meski tahu ini salah), mungkin sosok yang dimaksud itu memang aku. Bokep indo Apakah ia merasa makin terobsesi olehku sejak melihatku cuma bercelana dalam saja pada waktu mau memberikan tanda bukti pengiriman paket dari Mama itu ? Ada masanya wajib diberi pupuk, supaya tumbuhnya tetap subur. “Enak nenen bunda ?” godaku ketika Prima giat-giatnya menyedot-nyedot pentil tetekku. “Soal apa Bunda ?” Pri menatapku dengan sorot takut-takut. “Iya Bunda…” sahut Prima sambil melangkah ke arah pintu, lalu menguncikannya dan kembali menghampiriku. Dan nafas Prima mulai terdengar tak beraturan. Terkadang aku sendiri yang nyetir, terkadang Prima yang nyetir. Tiba-tiba terdengar suara di sampingku, “Maaf Bunda…ada paket yang…yang ha…wajib ditandatangani sama Ibu dulu…ma..maaaf…” Suara Prima terdengar tersendat-sendat, mungkin sebab kaget serta gugup menonton kondisiku yang belum mengenakan pakaian lengkap.Aku terkejut.




















