mau nggak kalau aku pijitin?”, dia pun menjawab“nggak usah mas, nggak enak” (intinya dia menolak), tapi aku tahu isi dalam hatinya, dia sebenarnya mau tapi malu.Kemudian aku mendekatinya dan duduk di sampingnya, aku lantas memijat betisnya. Bokepindo Jujur awalnya aku males banget, tapi berhubung istriku yang meminta ya udah dengan terpaksa aku iyain saja.Biasanya kalau sama istriku aku berangkat dari Jakarta pukul 04.00 subuh, biar sampai tujuan nggak kemaleman. Terus kusuruh dia untuk tengkurap, lalu aku memijat pundak dan punggungnya. Aku kembali bertanya padanya,” Mau nggak kalau aku urut punggungmu pake minyak?”, dia kembali menjawab“Iya mas gakpapa”. Adik iparku tau kayaknya kalau toketnya aku urut tapi diam saja nggak menolak ataupun memberontak. Toketnya bulet, putih, masi kenceng juga. Aku jawab “kalau macet begini bisa-bisa subuh baru sampai rumah”.Kira-kira jam 22.00 adik iparku meminta untuk istrirahat kembali, ya udah aku berhenti di Indo*art sambil beli cemilan dan minuman. Kali ini persetubuhan kita agak lama, kami berdua benar-benar menikmati persetubuhan ini.




















