tapi..maaattt.. Bokeb Ketika aku menyalakan rokok, terdengar suara room boy mengetuk pintu dan mengantarkan pesananku. Maafin Nisa yach, Nisa udah ngerepotin Fik, padahal kan sekarang waktunya libur dan istirahat, tapi Nisa malah meminta Fik menemui Nisa”.Aku terharu juga mendengar kejujuran dan kepolosannya, akhirnya setelah mendengarkan semua tentang apa yang ada dihatinya, sambil membelai rambutnya (agar perasaannya menjadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa semua yang dialami, adalah wajar, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, dan tidak ada yang namanya salah, jika sudah menyangkut perasaan hati.Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya. Baru saja aku selesai makan, dian mendekatiku dan berbisik “besok Bapak saya tunggu di Hero sekitar jam 09.00 pagi, ada yang ingin saya bicarakan, saya tunggu didepan ATM”.










