“mm baiklah, ada jas hujannya tho?”
“iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan” kataku meyakinkannya, padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. “Aku tidur dulu Bud, capek!, besok pagi bangunkan aku yaa” kata dewi lagi. Bokeb kulihat dadanya lumayan besar. kulihat tubuhnya hanya dibalut baju piyama dan rambutnya masih diikat dengan handuk. “Aku tidur dulu Bud, capek!, besok pagi bangunkan aku yaa” kata dewi lagi. dan membuat big penisku tegak berdiri. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.“ojek mbak?”
perempuan itu tampak ragu2. “kamu mampir dulu, Bud, ntar Mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata dewi
“makasih mbak, baiklah!” kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. tanpa kusadari ternyata dewi sudah berada di belakangku sambil memeluk aku. kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Ina ataupun Dewi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini.




















