Aku dan Ivana hanya bisa menjawab segera mungkin, padahal dalam hati kami menangis karena telah berbohong pada orangtua kami berdua.Suatu hari aku entah darimana mendapat ide gila, dan ketika kusampaikan pada istriku seperti yang sudah kuduga ia menolak mentah-mentah ideku tersebut. Bokep jepang “Ya kamu minum dulu dimeja ada air.” Kata Ivana yang bangkit dari tempat tidur lalu meminum jamu yang telah disiapkan.“Mbak itu apa kok kaya jamu sih?” tanya Bima. Pagi harinya aku kembali masuk ke kamar kulihat Bima masih saja main dengan istriku, tapi kali ini posisi doggie.“Ana apa kamu masih belum puas, tadi malam emang berapa kali?” tanyaku. Ide yang kumaksud adalah aku akan mencarikannya laki-laki lain untuk menghamilinya.Terus terang hal ini kulakukan karena tidak tega melihat Ivana istriku, terus menerus dipuaskan nafsunya dengan sex toys, padahal aku tahu ia sendiri tidak puas. Ivana pun segera memakai bantal kecil itu dibawah pinggulnya, ia mencoba buat posisi dimana ia bisa cepat hamil.“Bim gimana apa kamu dah siap?” tanya istriku.




















