Dan dia menolaknya cukup halus namun terlalu tegas bahasanya hingga hati ini tersinggung, sakit rasanya hatiku saat cinta ku nyata-nyata ditolaknya.Dikesempatan lain saat aku menelponnya guna menanyakan kondisi valas hari itu, dilayaninya dengan dingin sehingga yang berkembang dari dalam hati ini adalah amarah yang begitu besar karena merasa harga diriku telah terinjak-injak.Waktu itu menunjukkan kira-kira jam 23.00. Bokepindo “Siapa lagi?” balasku bertanya. Ooohh..!” desah Miranda. Lalu “Mau pipis..” lanjutnya.Langsung aku membopongnya dipundakku, membawanya ke toilet.. Serta merta aku menggenjot tubuh Miranda mulai dari perlahan hingga semakin cepat berirama.“Ooh.. Belum lagi pakaiannya yang tertutup tapi terbuka. Ku parkir sejenak.. Aku telah memarkirkan Mitsubishi Kudaku 10 meter sebelum kantornya.. Langsung aku angkut ke dalam jok mobil belakang. Sisa 4 hari lagi Miranda cinta ku akan kembali bekerja; aku mengembalikan keberadaannya sebagaimana korban penculikan.. Pagi itu aku sempat menengoknya di kamarnya lalu kusuapi dirinya dengan sarapan pagi nasi goreng buatanku.“Siapa yang masak Mas..” Miranda yang sudah agak tenang, dalam keadaan terikat erat, mulai membuka pembicaraan.




















