Kutarik tubuhnya hingga sekarang posisinya seolah duduk bersimpuh diatas perutku. Bokepindo Mbak Ratih tak bergeming dan terus saja menghisap sampai peju yang dimulutnya pun berceceran. Hingga tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya.“Terus kenapa mbak Ratih terdiam dan masih sedih?” tanyaku lagi. Itu dilakukannya selama 10 menit. Mendengar usul dari mbak Ratih aku hanya terdiam, tidak serta merta mengabulkannya hingga raut wajah mbak Ratih yang bisanya berseri berubah murung saat kuungkapkan niatku.Kulihat seharian mbak Ratih lebih banyak diam dan termenung di dapur sambil membersihkan peralatan masak sebagai tugas terahkirnya. Jam biasanya mbak Ratih memang bersiap pulang menunggu jemputan.“Kopinya dimeja ya mas … Oya besok apakah saya masih boleh datang mas?” tanyanya.“Iya makasih mbak… tentu boleh donk mbak…tapi sebentar mbak…” kataku. Itu dilakukannya selama 10 menit. Bahkan ibuku pun tampak menyayangi mbak Ratih. Dilain sisi mbak Ratih masih berusaha mempertahankan penghidupannya, ia mengusulkan untuk menambah karyawan dan ia juga bersedia untuk mengelola dengan tanggung jawab penuh.




















