Saat itu sedang ada sinetron.“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.Aku duduk di sebelahnya. Indo bokep Kuemut jempol kakinya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya.Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. “Gimana kuliahmu?”“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Aku lalu datang kepadanya. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya”“Masa’?”“Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, aku mencoba memancing.“Siapa?”“Mbak Dewi”.Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”.“Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”,Ia diam.“Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, katanya.“Eh..oh, iya”, kataku kaget.“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.“Ah kamu, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya
















